Seni urban telah lama dikaitkan dengan jalanan, dengan grafiti dan mural yang menghiasi tembok dan bangunan kota. Namun di era digital saat ini, seorang seniman mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seniman urban dengan membawa karyanya dari jalanan ke media sosial.
Temui jepe138, seniman otodidak yang tinggal di Los Angeles yang mendapatkan pengikut di Instagram karena gaya seni urbannya yang unik. Yang membedakan jepe138 dari seniman urban lainnya adalah penggunaan media sosial sebagai platform untuk memamerkan karyanya dan terhubung dengan khalayak yang lebih luas.
Dengan lebih dari 100 ribu pengikut di Instagram, jepe138 telah mampu menjangkau orang-orang di seluruh dunia dengan karya-karyanya yang bersemangat dan menggugah pikiran. Karyanya sering kali menampilkan warna-warna berani, desain rumit, dan pesan kuat yang mencerminkan pengalaman perkotaan.
Namun bukan hanya karya seninya yang menarik perhatian penggemar dan kritikus – namun juga kemampuannya untuk berinteraksi dengan penonton melalui media sosial. jepe138 secara teratur memposting video di balik layar dan foto proses kreatifnya, memberikan gambaran sekilas kepada pengikutnya tentang pembuatan karya seninya.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, jepe138 menjelaskan keputusannya untuk menggunakan media sosial sebagai cara untuk membagikan karyanya kepada khalayak yang lebih luas. “Saya ingin menjangkau masyarakat yang mungkin tidak memiliki akses terhadap seni urban dalam kehidupan sehari-hari mereka,” katanya. “Media sosial memungkinkan saya terhubung dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan berbagi kecintaan saya terhadap seni dengan mereka.”
Dan jelas bahwa strategi jepe138 membuahkan hasil. Feed Instagramnya dipenuhi dengan komentar dan pesan positif dari para penggemar yang terinspirasi dengan karyanya. Banyak yang bahkan menghubunginya untuk memesan barang khusus untuk rumah atau bisnis mereka.
Namun kesuksesan jepe138 bukannya tanpa tantangan. Seperti kebanyakan seniman perkotaan, ia menghadapi kritik dan reaksi balik atas karyanya, dan beberapa orang menuduhnya menjual karyanya dengan memanfaatkan media sosial dan peluang komersial.
Namun, jepe138 tetap tidak terpengaruh, fokus pada kecintaannya pada seni dan keinginannya untuk terhubung dengan orang-orang melalui karyanya. “Pada akhirnya, seni adalah tentang ekspresi dan komunikasi,” katanya. “Saya ingin terus mendorong batas-batas dan menantang persepsi tentang seni urban.”
Dengan gayanya yang berani dan penggunaan media sosial yang inovatif, jepe138 mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seniman urban di era digital. Dengan membawa karyanya dari jalanan ke media sosial, ia menjangkau khalayak yang lebih luas dan menginspirasi generasi seniman baru untuk mendorong batas-batas seni urban.
